TIGA FUNGSI PEMERINTAH DI BID. EKONOMI

Jelaskan pernyataan berikut : Ada tiga fungsi pemerintah, yaitu pertama melakukan pemerataan dan stabilitas, kedua mengusahakan pertumbuhan ekonomi makro, yang ketiga menghindari adanya penyakit makro dan mikro. Jelaskan pernyataan tersebut ?

Jawaban : Untuk menjelaskan pernyataan dari soal di atas, dijelaskan dengan urutan sebagai berikut : 1). Pemerataan dan Stabilitas 2). Pertumbuhan ekonomi makro 3). Menghindari penyakit ekonomi makro dan mikro.

1). Pemerataan dan Stabilitas.

(1) Stabilitas Sebelum menjelaskan pemerataan, perlulah terlebih dahulu dijelaskan tentang stabilitas. Hal ini disebabkan karena dengan adanya stabilitas secara nasional yang sehat dan dinamis, maka akan dapat mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi. Yang dimaksud dengan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis ialah suatu keadaan yang sifatnya relatif konstan, namun dapat berubah secara gradual dan sehat sesuai dengan tingkat kemajuan atau pertumbuhan serta perkembangan pembangunan suatu negara. Stabilitas nasional yang dimaksud meliputi ; ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya (termasuk agama) dan pertahanan keamanan. Dengan terciptanya suatu keadaan yang stabil atau stabilitas nasional, maka pembangunan ekonomi dapat berlangsung dengan aman dan lancar, selanjutnya dari hasil pembangunan yang aman dan lancar, akan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi makro, dan pemerataan pembangunan beserta pemerataan hasil-hasilnya, termasuk pemerataan perolehan pendapatan.

(2) Pemerataan ekonomi adalah satu cara untuk menciptakan stabilitas (ketenanggan) dalam masyarakat, ketimpangan ekonomi yang makin lama semakin melebar dari suatu masyarakat minoritas akan menimbulkan gejolak sosial yang dahsyat, kalau tidak secara dini persoalan pemerataan ekonomi harus cepat direalisasikan. Dengan adanya pembangunan ekonomi yang hasilnya berupa pemerataan pembangunan dan pemerataan hasil-hasilnya, juga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pemerataan di sini bukan sekedar membagi kue yang sudah besar, melainkan yang lebih penting seberapa banyak melibatkan rakyat dalam keseluruhan pembangunan ekonomi melalui kepemilikan aset dan akses. Pemerataan ekonomi dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok seperti bahan makanan, pakaian, kebutuhan pokok lainnya dan juga pendapatan penduduk sendiri sangat dipengaruhi pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Sedangkan dalam hal pembangunan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi maka pemerataan pembangunan akan mendorong pembangunan daerah melalui otonomi. Dalam hal pemerataan pembangunan dan pemerataan ekonomi yang harus diratakan adalah prosesnya, bukan sekedar hasilnya, walaupun hal tersebut memerlukan konsekuensi kemajuan diberbagai sektor. Idealnya pemerataan harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan bukan sebaliknya. Dalam hal pemerataan baik pembangunan maupun sosial ekonomi tidak lah disalurkan secara merata atau disamakan, karena mengingat kondisi atau kebutuhan tiap-tiap daerah itu berbeda-beda. Dalam pemerataan yang akan dituju, perlu diperhitungkan secara cermat kondisi setiap daerah-daerah yang dituju untuk menentukan sistem alokasinya. Dalam mewujudkan strategi pembangunan yang berlandaskan pemerataan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerintahlah yang memiliki peran paling sentral dan besar. Karena pembangunan tidak hanya berfokus pada terciptanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja, tetapi juga pada terwujudnya kualitas hidup yang lebih baik berupa pemerataan dan keadilan sosial. Pembangunan harus menempatkan kepentingan rakyat pada urutan pertama. Jika ketidak-merataan ekonomi masyarakat semakin lebar dan tidak ada solusinya, maka masyarakat yang kaya semakin kaya dan masyarakat miskin semakin miskin.

2). Pertumbuhan Ekonomi Makro Di dalam dunia perekonomian kita mengenal adanya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan GDP / GNP tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk, atau apakah perubahan struktur ekonomi terjadi atau tidak. Namun demikian, pada umumnya para ekonom memberikan pengertian sama. Mereka mengartikan pertumbuhan atau pembangunan ekonomi sebagai kenaikan GDP / GNP saja. Dalam penggunaan yang lebih umum, istilah pertumbuhan ekonomi biasanya digunakan untuk menyatakan perkembangan di NSB (negara sudah berkembang). Akhirnya suatu perekonomian baru dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang jika pendapatan per-kapita menunjukkan kecenderungan jangka panjang yang menarik. Namun demikian tidaklah berarti bahwa pendapatan per-kapita akan mengalami kenaikan terus-menerus. Adanya resesi ekonomi, kekacauan politik, dan penurunan ekonomi, misalnya dapat mengakibatkan suatu perekonomian mengalami suatu penurunan tingkat kegiatan ekonominya. Jika keadaan demikian hanya bersifat sementara dan kegiatan ekonomi secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun, maka masyarakat tersebut dapat dikatakan mengalami pembangunan ekonomi. Pendapatan Nasional itu dapat diukur atau dipandang sebagai GDP ataupun dapat dipandang sebagai GNP. GDP (Gross Domestic Product) dalam bahasa Indonsia disebut dengan Produk Domestik Bruto (PDB) sedangkan GNP (Gross Ntional Product) disebut dengan Produk Nasional Bruto (PNB). Pengertian GDP dan GNP sebenarnya tidak sama. Pada GNP digunakan istilah “Nasional” karena batasannya adalah Nasional kewarganegaraan. Sedangkan GDP batasannya adalah wilayah suatu negara, termasuk di dalamnya orang-orang dan perusahaan asing. GNP ialah keseluruhan produksi barang-barang maupun jasa-jasa suatu negara dalam suatu periode tertentu (biasanya 1 tahun), termasuk pendapatan warga negara suatu negara, meskipun ia bekerja di luar negeri, tetapi tidak termasuk pendapatan warga negara asing yang berada di negara yang diukur tersebut. GDP ialah keseluruhan produksi barang-barang maupun jasa-jasa suatu negara dalam suatu periode tertentu (biasanya 1 tahun), tidak termasuk pendapatan warga negara suatu negara, yang bekerja di luar negeri, tetapi termasuk dihitung pendapatan warga negara asing yang berada di negara yang diukur tersebut. Selanjutnya agar diketahui seberapa besar kemajuan pertumbuhan ekonomi (economic of growth) suatu negara dapat dikatahui dari formula umum sebagai berikut :

 E = Economic of growth (pertumbuhan ekonomi)

Pertumbuhan ekonomi dinyatakan sudah terjadi apabila di dalam mayarakat tersebut terjadi perubahan karakteristik penting suatu masyarakat. Misalnya perubahan keadaan sistem politik, struktur sosial, sistem nilai dalam masyarakat dan struktur ekonominya. Suatu masyarakat yang sudah mencapai proses pertumbuhan ekonomi yang sifatnya demikian, di mana pertumbuhan ekonomi sudah mulai sering terjadi bisa dianggap sudah berada pada tahap prasyarat tinggal landas. Tahap prasyarat tinggal landas yaitu suatu masa transisi di mana masyarakat mmpersiapkan dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri. Pada tahap prasyarat tinggal landas dan sesudahnya, maka pertumbuhan ekonomi akan terjadi secara otomatis. Dalam mencapai prasyarat tinggal landas dalam petumbuhan ekonomi kemajuan sektor pertanian mempunyai peranan penting dalam masa peralihan sebelum mencapai tahap tinggal landas, peranan sektor pertanian antara lain kemajuan pertanian menjamin penyediaan bahan makanan bagi penduduk di pedesaan maupun di perkotaan. Hal ini menjamin penduduk agar tidak kelaparan dan menghemat devisa karena impor bahan makanan. Selain itu kenaikan produktivitas di sektor pertanian akan memperluas pasar dari berbagai kegiatan industri. Kenaikan pendapatan petani akan memperluas pasar industri barang-barang konsumsi, kenaikan produktivitas pertanian akan memperluas pasar industri. Selain dari sektor pertanian, pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh beberapa hal, antara lain; (1) Dalam sektor industri dan perdagangan dalam negeri, pertumbuhan ekonomi tergabung dalam pertambahan penyediaan faktor-faktor produksi (penduduk, tenaga kerja, akumulasi modal) dan tingkat kemajuan teknologi. (2) Perekonomian dalam keadaan pengerjaan penuh (Full Employment) dan barang-barang modal yang tersendiri dalam masyarakat digunakan secara penuh. (3) Perekonomian terdiri dari dua sektor yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan, berarti pemerintah dan perdagangan luar negeri tidak ada. (4) Besarnya tabungan masyarakat adalah proporsional dengan besarnya pendapatan nasional berarti fungsi tabungan dimulai dari titik nol. (5) Kecenderungan untuk menabung besarnya tetap. (6) Akumulasi modal, termasuk semua investasi baru yang berwujud tanah (lahan), peralatan fiskal, dan sember daya manusia (Human Resources). (7) Kemajuan teknologi. Jadi, jelas pertumbuhan ekonomi merupakan kemampuan suatu negara untuk menyediakan barang-barang ekonomi maupun jasa-jasa yang terus meningkat bagi pertumbuhan penduduknya, kemampuan ini berdasarkan kepada kemajuan teknologi dan kelembagaan serta penyesuaian ideolgi yang dibutuhkannya. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama empat dekade terakhir ini diakui telah banyak memberikan kemajuan materiil, tetapi mengandung masalah serius. Pertama, perekonomian Indonesia masih sangat rentan terhadap kondisi eksternal dan volatilitas pasar finansial dan komoditas. Kedua, kemajuan ekonomi yang telah dicapai ternyata sangat tidak merata, baik antar daerah maupun antar kelompok sosial ekonomi. Kemajuan materiil yang telah dicapai melalui strategi pertumbuhan selama 40 tahun terakhir ini tidak banyak memberikan sumbangan yang sesungguhnya terhadap pembangunan. Berdasarkan konstitusi, pemerintah jelas memiliki peran yang besar, terutama dalam mengatur perekonomian sebagaimana tercermin dalam Pasal 33 UUD 1945. tentu saja tidak terbatas pada upaya memberantas kemiskinan melalui pemberian dana. Lebih dari itu permasalahannya adalah pada pembangunan berbagai sarana dasar seperti pendidikan dan kesehatan yang mulai dirasakan hasilnya bagi Bangsa Indonesia dalam masa sekarang. Peran pemeintah memegang kendali, selain itu kita perlu menyadari juga bahwa kemampuannya dalam pemerataan hasil pertumbuhan ekonomi seperti pembangunan semakin kecil. Sehingga dengan adanya hal ini dibutuhkan juga peran dari sektor swasta yang cukup besar.

3). Menghindari penyakit ekonomi makro dan mikro. (1) Ada beberapa penyakit ekonomi makro yang perlu dihindari dan atau diatasi antara lain : 1. Jangka Pendek, yaitu : 1). Inflasi 2). Pengangguran 3). Kemiskinan 4). Defisit Anggaran dan Pendapatan 5). Defisit Neraca Pembayaran. 2 Jangka Panjang, 1). Pertumbuhan penduduk, 2). Kapasitas produksi yang terbatas, dan 3). Terbatasnya dana untuk investasi (2) Ada beberapa penyakit ekonomi mikro yang perlu dihindari dan atau diatasi antara lain : Di bidang ekonomi, peran utama pemerintah adalah untuk meminimalisir terjadinya kegagalan pasar. Kegagalan pasar merupakan suatu penyakit yang harus di atasi. Dalam ekonomi mikro, istilah “kegagalan pasar” tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Ekonom umumnya memakai istilah ini pada situasi di mana inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani “kepentingan publik”, sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial. Kegagalan pasar ini merupakan salah satu penyakit dalam ekonomi mikro, di mana ada empat jenis utama penyebab kegagalan pasar yaitu : 1. Monopoli Monopoli atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar di mana suatu pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti-trust atau undang-undang anti monopoli, di Indonesia yang mendekati hal ini, ialah undang-undang persaingan sehat. 2. Eksternalitas Eksternalitas, terjadi dalam kasus di mana “pasar tidak dibawa ke dalam akun dari akibat aktivitas ekonomi di dalam orang luar/asing.” Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif. Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti di mana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.

Tentang muhammadalfani

Dosen FE. Uniska Muhammad Arsyad Al Banjary Banjarmasin
Pos ini dipublikasikan di EKONOMI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s